Saya mahasiswa akuntansi. Dunia saya seharusnya berisi jurnal umum, rekonsiliasi bank, dan standar PSAK — bukan komponen React atau struktur database. Tapi belakangan ini, di waktu luang, batas antara "jurusan saya" dan "hal yang saya kerjakan untuk senang-senang" jadi kabur, dan saya menikmatinya.

Belajar dari rasa penasaran, bukan tuntutan

Tidak ada dosen yang menyuruh saya belajar coding. Ini murni lahir dari rasa penasaran iseng: "sebenarnya, aplikasi-aplikasi yang saya pakai tiap hari itu dibangun bagaimana, sih?" Dari situ saya mulai belajar dasar-dasar pemrograman secara otodidak, sekadar hobi — pelan, sering nyasar, tapi jalan terus.

Titik baliknya adalah ketika saya mulai bereksperimen dengan Antigravity, IDE dari Gemini yang dirancang dengan asisten AI menyatu di dalam alur kerja, bukan sekadar tempelan di sisi layar. Sebagai orang yang belajar dari nol, ini terasa seperti punya rekan kerja yang tidak pernah lelah dijadikan tempat bertanya.

Kenapa alur kerjanya terasa pas untuk pemula

Beberapa hal yang membuat saya betah:

  • Konteks tetap nyambung. Saya bisa menjelaskan ide proyek iseng yang sedang saya coba sekali, dan penjelasan itu tetap relevan untuk pertanyaan-pertanyaan berikutnya, tanpa saya harus mengulang dari awal.
  • Belajar sambil jalan. Saya tidak hanya menerima kode jadi, tapi juga penjelasan kenapa suatu pendekatan dipilih — penting buat saya yang masih membangun fondasi logika pemrograman.
  • Eksperimen terasa murah. Karena prosesnya cepat, saya jadi berani mencoba pendekatan yang salah, melihat kenapa itu salah, lalu memperbaikinya — cara belajar yang jauh lebih menempel dibanding sekadar membaca tutorial.
Yang membuat saya bertahan bukan karena semuanya jadi mudah, tapi karena setiap kegagalan kecil terasa murah untuk dicoba ulang.

Latar belakang akuntansi ternyata bukan halangan

Awalnya saya kira jurusan saya tidak relevan sama sekali dengan dunia development. Ternyata salah besar. Logika akuntansi — mencocokkan debit dengan kredit, memastikan neraca selalu seimbang, menelusuri jejak audit dari satu transaksi — sangat mirip dengan cara berpikir yang dibutuhkan saat men-debug aplikasi: teliti, sistematis, dan tidak percaya begitu saja sebelum angkanya benar-benar cocok.

Saya masih jauh dari mahir. Tapi setiap minggu, ada satu konsep IT baru yang mulai masuk akal, dan itu saja sudah cukup memuaskan buat sekadar hobi sore hari. Blog ini akan jadi tempat saya mendokumentasikan proses itu — bukan sebagai ahli yang mengajari, tapi sebagai orang yang masih belajar dan ingin ceritanya berguna buat siapa pun yang juga sedang iseng mencoba hal di luar jurusannya sendiri.